Senin, 20 November 2017

Posisi Tidur Seperti Apa yang Paling Baik untuk Bayi?

Sebagian besar waktu si bayi tertidur. Bayi usia 0-3 bulan biasanya tidur dari 16 sampai 20 jam per hari. Meski begitu, tak hanya jumlahnya, tapi juga tidur bayi pasti berkualitas. Seperti orang dewasa, sebelum tidur, bayi biasanya akan melewati tubuh Anda untuk mengetahui posisi tidur yang nampaknya paling nyaman. Karena anak Anda dalam masa yang rentan, penting untuk memperhatikan posisi tidur bayi Anda.


Posisi tidur bayi yang salah bisa berakibat fatal

Posisi tidur bayi di bawah usia 6 bulan harus menjadi perhatian utama semua orang tua. Alasannya, ini akan meningkatkan risiko anak yang mengalami Sindrom Kematian Bayi Mendadak (SIDS) atau sindrom kematian bayi mendadak.

Hal ini juga sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh American Academy of Pediatrics. Mereka menemukan bahwa lingkungan yang aman untuk tidur dan posisi tidur yang tepat akan mengurangi risiko sindrom kematian bayi mendadak, sulit bernapas dan sulit bergerak. Jadi, itulah sebabnya sebagai orang tua Anda harus selalu memperhatikan posisi impian bayi untuk meminimalkan berbagai risiko yang telah disebutkan di atas.

Posisi tidur di belakang

Posisi tidur bayi di punggungnya adalah posisi yang sangat umum. Biasanya, posisi ini akan dialami oleh bayi antara 0 dan 3 bulan. Alasannya, pada usia itu, bayi belum bisa berbalik. Institut Nasional Kesehatan Anak dan Pembangunan Manusia (NICHD) Amerika Serikat. UU Dia menilai posisi terlentang sebagai posisi tidur terbaik untuk bayi. Bahkan sangat dianjurkan agar bayi tidur dengan posisi terletang sampai 6 bulan pertama.

Telah ditunjukkan bahwa posisi tidur di bagian belakang bayi meminimalkan sindrom kematian bayi mendadak sebesar 50 persen. Namun, jika terlalu lama dalam posisi telentang untuk tidur maka bisa menyebabkan plagiocephaly atau dalam bahasa sehari-hari disebut "peyang head".

Untuk menjaga bentuk kepala bayi agar terhindar dari kisi kepala, ubah posisi tidur yang menghadap ke kiri dan ke kanan dan si kecil diposisikan terbalik saat bermain. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan bantal kepala khusus yang sering disebut "peyang pillow". Fungsi bantal ini adalah untuk menjaga bentuk kepala bayi.

Posisi tidurnya bias

Beberapa ibu sering membiarkan bayi mereka tidur dalam posisi miring. Padahal, posisi miring tidur bisa membahayakan kesehatan bayi Anda, lho? Bayi yang tidur dalam posisi miring memungkinkan mereka bergerak dan sering berakhir dengan posisi tidur di perut mereka, yang menyebabkan perut bayi mereka berada di bawah tubuh. Nah, itu akan secara signifikan meningkatkan risiko sindrom kematian bayi mendadak (SIDS).

Posisi tidur di perutnya

Posisi tidur ini sampai saat ini masih menjadi perdebatan. Pasalnya, menurut data statistik, dikatakan bahwa sindrom bayi tersebut mendadak mati, banyak terjadi pada bayi yang tidur dengan posisi dekubitus rawan. Penyebab kematian mendadak dari sindroma bayi ini secara signifikan disebabkan oleh wajah bayi yang terlalu dekat dengan kasur yang secara tidak langsung menyebabkan bayi mengalami masalah pernafasan karena ia tidak mendapat cukup oksigen.

Hal yang perlu diperhatikan selain dari posisi mimpi bayi

Selain posisi tidur, ada hal lain yang juga patut Anda pertimbangkan, seperti:

  • Pertahankan suhu ruangan agar bayi Anda bisa tidur nyenyak.
  • Tempatkan bayi di ruang yang berventilasi baik.
  • Jauhkan semua mainan dan boneka dari tempat tidur mereka.
  • Pakailah pakaian tidur dan sampul lain, bukan selimut.
  • Jagalah kebersihan tempat tidur dengan mengganti seprai dan sarung bantal secara rutin. Padahal, bila perlu, bantal berjemur secara rutin mendorong bayi Anda di bawah terik matahari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar